Senin, 06 April 2020

COVID 19 ( Virus Corona )


1. Apa itu Virus Corona
Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.

2. Gejala Virus Corona
Gejala awal infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa berupa gejala flu, seperti demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala bisa memberat. Pasien bisa mengalam demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus Corona.
Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:
Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus Corona.

3. Pengobatan Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 belum bisa diobati, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya dan mencegah penyebaran virus, yaitu:
  • Merujuk penderita COVID-19 untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit yang ditunjuk
  • Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi penderita
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk melakukan isolasi mandiri dan istirahat yang cukup
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh
4. Pencegahan Virus Corona
Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:
  • Hindari bepergian ke tempat-tempat umum yang ramai pengunjung (social distancing).
  • Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian.
  • Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat.
  • Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
  • Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya.
  • Masak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
  • Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
  • Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
  • Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan
5. Kapan harus ke dokter
Segera ke dokter bila Anda mengalami gejala infeksi virus Corona (COVID-19) seperti yang disebutkan di atas, terutama jika gejala muncul 2 minggu setelah kembali dari daerah yang memiliki kasus COVID-19 atau berinteraksi dengan penderita infeksi virus Corona.
Bila Anda mungkin terpapar virus Corona namun tidak mengalami gejala apa pun, Anda tidak perlu memeriksakan diri ke rumah sakit, cukup tinggal di rumah selama 14 hari dan membatasi kontak dengan orang lain.
Alodokter juga memiliki fitur untuk membantu Anda memeriksa risiko tertular virus Corona dengan lebih mudah. Untuk menggunakan fitur tersebut, silakan klik gambar di bawah ini.

Senin, 10 Februari 2020

5 perkara yang menghapus amal kebaikan/ibadah


Setiap mukmin tentu menginginkan amal ibadah yang selama ini mereka lakukan bisa diterima Allah SWT dan mendapatkan pahala dari-Nya. Adapun syarat diterimanya amal ibadah adalah apabila hal tersebut kita lakukan dengan ikhlas serta mengikuti tuntunan dari Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam.
Akan tetapi, terkadang tanpa disadari amalan-amalan tersebut tidak mendapatkan balasan pahala apapun dan malah justru mendapatkan keburukan disisi Allah SWT. Tentu saja hal itu memiliki sebab, salah satunya adalah karena kita melakukan hal-hal yang menghapus amal ibadah kita tersebut, seperti :
1. Keluar dari Islam (Murtad)

Allah SWT telah menjanjikan suatu balasan bagi mereka yang berbuat murtad, sebagaimana firman-Nya dalam ayat Al-Qur’an berikut :
وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Artinya:
Barangsiapa di antara kalian yang murtad dari agamanya kemudian mati dalam keadaan kafir maka mereka itulah orang-orang yang terhapus amalannya di dunia dan akhirat. Dan mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal berada di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah ayat 217)

2. Berbuat syirik
Syirik dianggap sebagai suatu kezoliman yang besar dan perbuatan tersebut merupakan penghinaan terhadap Allah SWT. Mengapa? Karena perbuatan tersebut telah menyamakan Allah SWT dengan makhluk ciptaan-Nya. Allah SWT akan memberikan balasan bagi mereka yang berbuat syirik yaitu dengan tidak menerima amal ibadah yang mereka perbuat. Bahkan Allah SWT tidak akan mengampuni umat-Nya yang mati dalam keadaan belum bertaubat dari perbuatan syirik tersebut.
Hal itu sebagaimana Firman Allah SWT berikut :
وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ


 Artinya “Seandainya mereka menyekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-An’am ayat 88)



3. Sibuk dengan aib orang lain

Karena terlalu sibuk mengurusi aib orang lain menjadikan seseorang lupa akan aib dirinya sendiri. Ini juga merupakan salah satu hal yang dapat menghapuskan amal ibadah orang tersebut. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pernah berkata: 
“ jauhilah olehmu buruk sangka karena buruk sangka itu perkataan paling dusta, janganlah kamu memata-matai dan mencari-cari kesalahan orang lain…”

4. Riya’
Riya’ disebut sebagai melakukan suatu amalan dengan tujuan untuk mendapatkan pujian dari orang lain, dan Allah SWT sangat tidak menyukai perbuatan tersebut. Perbuatan tersebut telah digolongkan ke dalam jenis syirik kecil. Sebuah hadist qudsi telah meriwayatkan firman Allah SWT tentang betapa bencinya Dia terhadap perbuatan riya’ :
               
                                 أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ فِيهِ مَعِى غَيْرِى تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ 

Artinya:
Aku paling tidak butuh pada sekutu-sekutu, barangsiapa yang beramal sebuah amal kemudian dia menyekutukan-Ku di dalamnya maka Aku tinggalkan dia dan syiriknya.” (HR. Muslim)

5. Mendatangi dukun dan paranormal 

Dukun atau paranormal merupakan golongan pelayan setan. Dan jika seseorang yang mengunjungi mereka, maka Allah tidak akan menerima amal ibadah yang ia kerjakan. Sebagaimana sabda Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam yang artinya:
Barangsiapa mendatangi tukang ramal kemudian menanyakan tentang sesuatu, maka tidak diterima darinya shalat selama 40 hari.” (HR. Muslim)









8 manfaat sholat fardhu

MANFAAT SHOLAT
Sholat ialah salah satu kewajiban bagi tiap-tiap mukmin. Sebuah ibadah agung yang mempunyai kedudukan krusial untuk keimanan hamba. Sehingga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengibaratkan sholat seperti pondasi dalam sebuah bangunan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Islam dibentuk di atas lima hal: bersaksi bahwa tidak tersedia sesembahan yang berhak disembah bersama tepat selain Allah dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ialah utusan Allah, menunaikan sholat….” HR Bukhâri dan Muslim
Oleh sebab itu inilah beberapa manfaat bagi sholat fardhu : 
1. Sholat merupakan simbol ketenangan 
Shalatmenunjukkan kedamaian hati dan ketulusan batin para pelakunya. Saat menegakkan shalat bersama sebenarnya, maka diraihlah puncak ketenangan hati dan pangkal semua kedamaian hati.
Dahulu, orang-orang beriman menemukan ketenangan dan penghilang berbagai persoalan tatkala mereka lelap di dalam kekhusyu’kan shalat. Diriwayatkan dari Imam Abu Dawud rahimahullah di dalam Sunan-nya:
Suatu hari ‘Abdullah bin Muhammad al-Hanafiyah berangkat beserta bapaknya menjenguk keluarga mereka dari kalangan Anshar. Lalu datanglah waktu shalat. Dia pun menyeru pelayannya,”Wahai pelayan, ambillah air wudhu! mudah-mudahan bersama shalat saya dapat bersantai,” kita pun menyalahi ucapannya. Dia berkata: “Aku mendengar Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,’Bangkitlah ya Bilal, istirahatkanlah kita bersama shalat!’.”
2. Sholat adalah cahaya 
Raihlah sinar dari shalat. Sadarilah, sinar shalat bukanlah sinar biasa. Dia sinar yang dianugrahkan oleh Penguasa alam semesta ini. Diberikan untuk mengarahkan manusia ke arah yang benar, yakni jalan ketundukan kepada Allah Rabul ‘alamin.
Dalam sebuah riwayat yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari kawan dekat Abu Mâlik al-‘Asy’ari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “dan shalat itu ialah cahaya”.
3. Shalat sebagai obat dari kelalaian 
Lalai adalah penyakit gawat yang mengenai banyak manusia. Lalai menjerumuskan manusia kepada aneka kesesatan, bahkan membuat manusia larut di dalamnya. Mereka akan menuai akibat dari keteledoran yang mereka ambil di dunia serta di akhirat nanti. Sehingga lalai menjadi penutup yang menyelimuti hati manusia.
Jiwa yang terhalangi kelalaian, menjadikan kebajikan jadi susah hingga padanya. Tetapi menunaikan shalat laksana bersama syarat dan rukunnya, dengan memenuhi sunnah dan khusyu di dalamnya, insya Allah akan menjadi obat paling mujarab dari kelengahan ini, memurnikan hati dari kotoran-kotorannya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang menjaga shalat-shalat wajib, maka ia tidak akan dicap sebagai orang-orang yang lengah”.
4. Shalat sebagai solusi problematika hidup 
Telah jadi prilaku alami manusia tatkala dia terkena cobaan, dia akan mengusut solusi demi memecahkan permasalahannya. Maka tidak tersedia jalan yang lebih ampuh dan lebih dahsyat dari shalat.
Shalat ialah penyelesaian terbaik dalam menghadapi beraneka macam cobaan hidup. Karena tidak tersedia cara yang lebih baik di dalam mendekatkan diri seseorang bersama Tuhannya selain bersama shalat.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “situasi paling dekat seorang hamba kapada Tuhannya yakni tatkala dia sujud, maka perbanyaklah doa”. HR. Muslim
5. Shalat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar
Seperti telah kita fahami, bahwasanya shalat akan mendatangkan sinar yang mengarahkan pelakunya menuju ketaatan. Bersamaan bersama itu, maka shalat akan menyelamatkan pelakunya dari perbuatan jelek dan mungkar. Sebagaimana perihal ini difirmankan Allah Subhanahu wa Ta’ala :
“Bacalah apa yang sudah diwahyukan kepadamu, yakni al-Kitab (Al-Qur`an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu menahan dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah sadar apa yang anda kerjakan. [al-‘Ankabût/29:45].
“Tatkala|Saat|Ketika} menafsirkan ayat ini, Ibnu ‘Abbas berkata, “Dalam shalat ada larangan dan himbauan dari penyimpangan kepada Allah”. 
6. Shalat Menghapuskan dosa 
Shalat selain mendatangkan balasan bagi pelakunya, juga jadi penghapus kesalahan, memurnikan manusia dari dosa yang pernah diperbuatnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
“Apa pandangan kalian, jika di muka pintu salah satu dari kalian ada sungai (mengalir); dia mandi darinya lima kali di dalam sehari, apakah tersisa kotoran darinya?” Para kawan dekat menyahut: “Tidak akan tersisa kotoran sedikitpun”. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Demikianlah shalat lima waktu, Allah menghilangkan dengannya dosa-dosa”. HR. Bukhâri dan Muslim
7. Wujud pengabdian pada sang kuasa
Salah satu rupa penghambaan kepada Sang Maha Kuasa dengan menunaikan ibadah. Dengan masuk agama islam, menandakan telah melakukan akad bersama Sang Rabb demi mengerjakan segala anjurannya. Salah satu arahan nyatanya yakni mengerjakan sholat
8. Menjauhkan dari keburukan 
Manfaat sholat ternyata bisa menjaga manusia dari perilaku keji. Adanya tekad erat di hati kepada Sang Pencipta memberikan kepercayaan, bahwa semua satu pekerjaan terus dilihat oleh-Nya.
karena itu, tatkala hendak melakukan kesalahan, tentu akan merenung ulang. Hal ini mengurungkan diri untuk melakukan maksiat.